by

Dekranasda Carnival Pesta Rakyat Jateng 2018 Memukau

PEMALANG – REPORTASE.ID, Ratusan peraga busana berkostum batik unik aneka warna dan beragam tema, meramaikan pagelaran Dekranasda Carnival Pesta Rakyat Jateng 2018, di Alun-alun Pemalang, Minggu (19/8).

Mengenakan kostum unik dengan inti materi kain batik, para peserta dari 19 kabupaten dan kota di Jateng, berlomba unjuk kreativitas dalam merancang kostum, pemilihan bahan, serta keserasian penampilan.

Turut menyaksikan pagelaran carnival dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Jateng itu, Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng Hj Atikoh Ganjar Pranowo, Bupati Pemalang H Junaedi SH MM didampingi istri, beberapa Ketua Dekranasda dari kabupaten/ kota, serta instansi terkait lain.

Parade kostum batik dengan dimulai dari depan panggung kehormatan kemudian mengitari alun-alun. Para peserta memperagakan hasil desain kostum batik beragam motif, mulai corak pesisir pantai utara, laut selatan, flora, fauna, serta berbagai potensi unggulan daerah. Tampilan kostum yang mengangkat bermacam kekayaan alam Jateng pun memukau ribuan warga yang menyemut di sepanjang rute carnival.

Kostum Kota Semarang bertema batik sejarah semarangan, kekayaan laut, serta burung blekok menjuarai Dekranasda Carnival 2018. Kostum berkarakter burung blekok dengan bagian sayap bercorak batik khas pesisir lengkap dengan ornamen asam jawa, serta keindahan kostum bertema kekayaan biota laut telah mengantarkan Kota Semarang sebagai Juara I.

Juara II disabet Kabupaten Klaten dengan kostum lurik sebagai kekayaan khas daerah yang populeritasnya kian menanjak. Karenanya, semua akan terus menjaga budaya warisan leluhur itu agar terus lestari. Selain lurik, kostum unik berbahan anyaman bambu yang ditampilkan kontingen Klaten juga menyita perhatian penonton.

Sementara itu, tampilan kontingen Kabupaten Batang tidak kalah memukau. Kekayaan laut yang melimpah di daerah pantura itu, mengilhami rancangan kostum unik dan menarik. Cumi-cumi, kepiting, dan biota laut lain berpadu dengan batik bercorak khas pesisir tampil menawan dan menyabet Juara III.

Tidak jauh beda dengan Batang, Kabupaten Kebumen dengan bentangan laut selatan sepanjang 57 kilometer, menjadikan daerah pesisir selatan itu memiliki kekayaan alam laut yang menakjubkan. Aneka fauna laut ditampilkan dalam beragam kostum dengan warna dan corak menawan.

Kostum bermacam ikan khas ‘segara kidul’ yang melambangan ketahanan dan ketangguhan hidup di lautan luas, menjadi salah satu subtema kostum yang ditampilkan. Kreativitas itu sekaligus mengantarkan Kebumen meraih Juara Harapan I Dekranasda Carnival 2018.

Sedangkan Juara Harapan II diraih Kota Pekalongan. Tidak hanya memamerkan kostum cantik dan berwarna-warni, kota berjuluk “Kota Batik” itu juga menampilkan gadis-gadis cantik berkostum batik menarikan proses pembuatan batik tradisional.

Keindahan alam Banyumas yang diterjemahkan pada kostum carnival menjadikan Banyumas mendapatkan Juara Harapan III. Mengangkat tema “Greget Gerbang Banyumas”, tampilan kontingen Banyumas memang bikin greget atau gemas. Kostum flora dan fauna, seperti burung dan bunga aneka warna membuat penonton terkesima.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, melalui pagelaran Carnival Dekranasda Jateng 2018, ke depan diharapkan karya yang ditampilkan lebih kreatif, bisa dijual, serta mampu membuat ruang-ruang kreatif, inovatif, dan bisnis. Karya itu dimunculkan dari berbagai potensi di setiap daerah.

“Dan mereka punya jiwa seni dan entrepreneur, maka itu akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar gubernur di sela menyaksikan Dekranasda Carnival 2018.

Menurutnya, Pemalang sangat kreatif, demikian pula kabupaten dan kota lainnya juga semakin kreatif. Termasuk pada pagelaran kali itu, ribuan masyarakat akan menyaksikan aneka kreativitas masyarakat Jateng. Beragam kostum batik dengan sentuhan kreativitas dan inovatif akan tampil di event tahunan tersebut.

“Kita akan bersama-sama melihat karya dari kabupaten kota di Jateng untuk ditampilkan dengan kreativitasnya. Mudah-mudahan setiap kabupaten dan kota mempunyai carnival sendiri untuk mengangkat produknya masing masing hingga tingkat dunia,” harapnya. (Mn, Humas Jateng/Editor : Ul, Diskominfo Jateng).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed