by

BPTP : Turiman Jagole Super Berhasil Penuhi Produksi Pangan

SANGGAU – REPORTASE.ID, Panen kegiatan Tumpangsari Tanaman Jagung – Padi Gogo – Kedelai (TURIMAN JAGOLE SUPER) dengan cara tanam padat dilaksanakan di desa Kenaman Kecamatan Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat pada Jumat (15/02).

Panen TURIMAN dihadiri oleh Kepala BPTP Kalbar Dr. Akhmad Musyafak, SP, MP, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalbar, Heronimus Hero, SP, MSi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Ir. JhonHendri, MSi, Kepala BPS Sanggau, Alifius, dan Kepala Karantina Cabang Entikong, Yogki Wahyu Setiawan, aparatur desa dan kelompoktani.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalbar menyampaikan bahwa pola tanam TURIMAN ini sejalan dengan program Dinas guna meningkatkan produksi melalui intensifikasi tanaman, selain itu juga dengan pola tanam TURIMAN masyarakat dalam pemanfaatan lahan kering secara menetap, yang saat ini sering dilakukan dengan berpindah.

Ditambahkannya bahwa jika ada kelompoktani yang ingin mengembangkan pola tanam TURIMAN Dinas Propinsi siap memfasilitasi. “Kita akan fasilitasi jika ada kelompoktani yang ingin menerapkan TURIMAN,” pesannya.

Kepala BPTP Kalbar menyampaikan, kegiatan uji coba teknologi TURIMAN ini didasarkan pada permasalahan lahan dan produksi, karena pada lahan yang sama terjadi kompetisi dalam peningkatan produksi tanaman, sehingga salah satu komoditas ditingkatkan, sementara komoditas yang lain akan berkurang.

Dengan pola tanam TURIMAN ini dapat dipanen lebih dari satu komoditas tanaman. Keuntungan dalam menerapkan teknologi TURIMAN ini petani lebih hemat dalam biayausaha taniterutama tenaga kerja danbiaya saprodi. Selain itu berdasarkan hasil pengamatan dilapangan dengan pola tanam TURIMAN ini tingkat serangan OPT agak berkurang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura danPerikanan Kabupaten Sanggau menyampaikan ada 3 pola tanam TURIMAN yang dilakukan yaitu Tumpangsari Jagung-Padi Gogo (TURIMAN JAGO), Tumpangsari Jagung-Kedelai (TURIMAN JALE) dan Tumpangsari Padi Gogo-Kedelai (TURIMAN GOLE).

Kepala Desa Kenaman Alosyius meyambut baik kegiatan ini dilaksanakan diwilayahnya agar petani di sekitar dapat meniru teknologi secara langsung. Permasalahan yang dihadapi petani terkait pemasaran hasil produksi pertanian.

Serangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi rembug tani dimana dalam diskusi disampaikan bahwa untuk komoditas jagung pasar utama ada di Singkawang karena pengembangan ternak banyak disana. Sedangkan untuk komoditas kedelai dilakukan dengan menjajaki produsen tahu dan tempe di sekitar lokasi kegiatan, karena umumnya kebutuhan kedelai masih didatangkan dari luar (Sution).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed